KARAWANG- Kecamatan Telagasari menjadi yang terakhir dikunjungi tim Satgas Stunting Kabupaten Karawang dalam pendampingan pelayanan prioritas penurunan stunting tingkat Kecamatan-Desa.
Seperti diketahui Telagasari terdapat kasus stunting yang berada di desa Cilewo menjadi prioritas penanganan stunting, karena prevalensinya yang cukup tinggi.
“Kasus stunting itu ada dua kerangka penanganan. Yaitu pertama, untuk intervensi gizi spesifik yang mana adalah sasarannya adalah anak dan dalam-dalam 1000 HPK artinya 1000 HPK itu masa dimana dalam kehamilan dan sampai anak mencapai usia 2 tahun,” ucap Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Karawang, Dede Ratnaningrum kepada onlinejabar.com di aula Kecamatan Telagasari, Selasa(22/09/2020).
Dikatakan Dede, kegiatan rembuk stunting untuk pendampingan pelayanan teoritas penurunan dan dengan pendampingan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat cara dan pola hidup sehat setiap hari khususnya Desa Cilewo yang terdapat 5 ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).
“Intervensi kepada ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronis (KEK). Stunting dapat dipengaruhi beberapa faktor dari mulai asupan gizi dan pola hidup sehat, kami harap semua ikut berperan serta dalam zero stunting di Telagasari,” paparnya.
Masih kata Dede, tim Satgas Kabupaten menganalisa yakni cakupan dari ASI eksklusif yang rendah masih 23 persen dikarenakan faktor ekonomi. Sehingga pihaknya mendampingi dengan memberi tablet tambah darah, pemberian makanan tambahan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kita berharap Telagasari khususnya Cilewo zero stunting kedepan. Dimana kita fokus dibawah 2 tahun, sedangkan diatas 2 tahun tidak bisa diintervensi lagi,” pungkasnya.(dmr)







