Hilangkan Ego Sektoral, Apindo Minta Pemrov Jabar Kaji Ulang Soal UMSK

  • Whatsapp

KARAWANG- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak Gubernur Jawa Barat untuk mengkaji kembali rekomendasi UMSK Kabupaten Karawang. Hal ini lantaran jadi polemik antara Apindo dengan serikat buruh.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO, Dedy Wijaya saat menghadiri acara workshop Apindo bersama Satgas Covid-19 Karawang di Hotel Mercure, Senin(26/10/2020).

“Perlu kepada pemerintah dari Provinsi, Dewan Pengupahan juga memikirkan jangka panjang, tapi pikirkan buruh yang ada di Karawang, Jawa Barat. Jika tidak memenuhi persyaratan, seharusnya jangan ditetapkan,” ujarnya.

Dikatakan Dedy, penerapan UMSK sendiri tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pasalnya, UMSK sendiri di sektor unggulan, namun kenyataannya sektor yang dianggap unggulan tahun ini belum tentu unggulan pada tahun berikutnya. 

Salahsatunya industri otomotif, dimana jadi sektor unggulan di Karawang namun kondisi sedang terpuruk.

“Industri turunannya tidak lewat dari 20 persen, sehingga industrin otomotif bukan unggulan,” paparnya.

Lebihlanjut Dedy mengungkapkan, direkomendasikan untuk penetapan UMSK tidak memenuhi syarat sebagai unggulan. Terlebih dalam undang-undang dikatakannya tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa sektor nggulan berlaku seterusnya. 

“Jangan dipaksakan, jangan dibiasakan bahwa yang unggulan itu seterusnya menjadi unggulan, kalau begitu buat apa ada kajian sektoral,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada serikat pekerja untuk memikirkan nasib para pekerja yang ada di perusahaan saat ini. Menurutnya yang utama saat ini adalah mempertahankan karyawan dengan mempertahankan adaya lapangan kerja. 

“Pengusaha dan serikat pekerja harus ada win win solution. Jika perusahaan tutup untuk apa? Pengusaha nol, buruh nol, pemerintah juga nol, sekarang bagaimana semunya mendapat manfaat, jangan mikir ego sektoral, kalau perusahaan tutup dimana mencari nafkah para pekerja ini, lapangan kerja itu nomor 1, saat ini semua sedang menarik bagaimana menciptakan lapangan kerja, tapi lapangan kerja yang sekarang ada jangan sampai hilang,” pungkasnya.(dmr)

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *