Dinkes Lakukan Orientasi Komunikasi Antar Pribadi untuk Cegah Stunting di Tirtamulya

  • Whatsapp

KARAWANG- Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi tentang penggunaan komunikasi antar pribadi dalam penyuluhan penyakit stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di tempat pemancingan keluarga Jaka daerah Cikampek. 

Cara penyampaian materi yang diberikan oleh Dinas Kesehatan tentang stanting telah berubah. Hal ini dibuktikan dengan adanya penggunaan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) saat proses penyampaian. Masyarakat diajak berinteraksi saat penyampaian materi dilaksanakan. Selain itu ditambahkan juga Bina Suasana (Ice Breaking). 

Semua ini dilakukan agar masyarakat tidak bosan dan nyaman saat penyampaian materi. Penggunaan KAP ini lebih efektif dan efisien dalam menurunkan kasus stanting.

“KAP kita pilih sebagai metode penurunan pencegahan kasus stanting di Kabupaten Karawang, yang mana teknik ini terarah dua arah antara penyuluh dan masyarakat dan terdapat langkah-langkah agar masyarakat paham cara pencegahan stunting,” ujar Dede Ratnaningrum, Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Kamis (10/12/2020). 

Kegiatan ini dilakukan dengan dua tim. Pertama dengan kader posyandu dan kedua dengan tim puskesmas. Puskesmas Tirtamulya telah melaksanakan KAP dalam penyuluhan stanting sejak tahun 2019. Hambatan dari kegiatan ini pada tahun kemarin terjadi karena kurangnya waktu yang dimiliki oleh pihak posyandu. Solusi dari permasalahan penerapan sistem ini dapat dilakukan dengan cara menerapkan KAP di kelas ibu hamil. 

“Tadi saya gali dari bidan desa terdapat masalah dari keterbatasan waktu yang dimiliki oleh pihak posyandu. Pelaksanaan ini harus memiliki waktu yang cukup lama,” ucapnya.

Saat kegiatan berlangsung juga terdapat pelaksanaan simulasi KAP yang dilakukan oleh para kader dari seluruh posyandu di Kecamatan Tirtamulya di penghujung rangkaian kegiatan. Hal ini berupa pemberian materi kepada ibu hamil yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama yang dilakukan berupa penyampaian materi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang kemudian ditutup dengan simulasi KAP dari seluruh peserta.

 “Awalnya kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi dan bertanya kepada seluruh kader tentang kegiatan orientasi yang sebelumnya pernah diikuti kemudian ditutup dengan diadakan simulasi oleh mereka,” ujar Cece Ugih Haerudin, penyuluh kesehatan masyarakat. 

Pada 27 Oktober pernah diadakan kegiatan pengajaran teknik KAP dalam penyuluhan stanting yang diikuti oleh seluruh kader. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat lebih menerima materi dengan cara menerapkan KAP. Hal ini membuat masyarakat mendukung penuh cara baru ini dan menginginkan cara ini dilanjutkan. “Mereka antusias dan setuju bahkan mereka mau program ini dilanjutkan,”ucapnya. 

Stunting merupakan penyakit yang berupa tidak sesuainya tinggi badan seseorang berdasarkan usia yang dimiliki. Hal ini dapat dicegah dengan cara mengkonsumsi obat penambah sel darah yang telah oleh pihak posyandu. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran kesehatan diri masing-masing. Selama program ini berjalan, kasus stanting di Kecamatan Tirtamulya sudah mengalami penurunan di tahun ini. Hanya ada satu kasus stanting di kecamatan tersebut pada tahun ini. Kader telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat sebagai salah satu cara dalam mencegah stanting. 

“Tahun ini mengalami penurunan kasus stanting, misalnya di tahun kemarin ada 16 kasus sekarang cuma ada satu kasus,” ujar Imas Fatimah, kader posyandu Desa Parakan.(ris)

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *