Soal Keluhan Water Barrier Ramayana, Kadishub Karawang: Masukan Bagus Akan Dikaji

  • Whatsapp

KARAWANG- Kepala Dinas Perhubungan, Arief Bijaksana Maryugo, memberikan penjelasan soal penutupan bundaran depan Mal Ramayana tersebut ditutup dikarenakan sering terjadinya kemacetan pada waktu tertentu.

“Dulu kan frekuensi kereta api sangat padat sebelum pandemi Covid-19. Sampai menimbulkan kemacetan yang sangat panjang sampai ke Pemda,” ujarnya, Jumat(18/07/2021).

Lebih lanjut, ia menyampaikan masukan yang diberikan oleh Asep Agustian akan ia bahas dan dikoordinasikan bersama instansi yang ada pada forum lalu lintas di kabupaten Karawang.

“Masukannya bagus bagi kami, tinggal nanti kita bahas dengan forum laku lintas seperti Polres, PUPR, dan Dishub, dan kita akan melakukan pengkajian lagi,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, penutupan sebagian bunderan Mal Ramayana dengan waterbarrier mulai dikeluhkan sejumlah warga. Penutupan ini disinyalir telah berlangsung lama sekira dua tahun tanpa mengenal waktu (hampir 24 jam-red), sebelum Covid-19 melanda Kabupaten Karawang.

Penutupan ini diklaim, selain mengganggu aksesbilitas warga menuju pusat Karawang Timur dan Klari, juga membuat beban ekonomi (BBM) warga bertambah karena harus memutar arah lagi ke depan Samsat.

Keluhan itu akhirnya mendapat sorotan pengamat kebijakan pemerintahan, Asep Agustian yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun).

Askun meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang untuk tidak buta dan tuli dengan keluhan-keluhan warga perihal waterbarrier yang ada di bundaran Mal Ramayana.

“Kalau waterbarrier digunakan sebagai rekayasa mengurai kemacetan, itu sah-sah saja dan itu biasanya tentatif. Lah ini waterbarrier terpasang sudah hampir dua tahun dan hampir 24 jam. Memanngnya di bunderan Mal Ramayana 24 jam macet terus? Kan Enggak,” tegas Askun.

“Dishub bisa bayangkan enggak sih jika ada keluarga bawa pasien yang kondisinya darurat mau dibawa ke RS Hermina tapi aksesnya terganggu karena waterwabarriersehingga harus memutar arah di depan Samsat. Itu pun putaran depan Samsat kadang sering macet juga,” ujarnya.

“Dishub jangan banyak diam, hal yang seperti ini harusnya peka karena keadaan dan kodisi saat ini semua sedang sulit,” timpalnya.

Askun menegaskan, jika memang bunderan Mal Ramayana itu sudah tidak lagi difungsikan, maka lebih baik bundaran tersebut ditutup permanen pakai betonbarrier, sehingga tidak perlu lagi ada bundaran.

Askun menambahkan, jika memang Dishub membutuhkan tenaga SDM untuk ditugaskan membuka tutup waterbarrier di bundaran Mal Ramayana, maka Dishub buka saja loker tenaga harian lepas (THL).

“Saya minta solusi terbaik dari Dishub agar keluhan warga diakomodir. Sekali lagi, kalau memang terus menerus pakai waterbarier, ya mending tutup permanen saja,” pungkasnya.(dmr)

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *