KARAWANG-Ketua Komisi IV DPRD Karawang, H. Asep Syarifudin menanggapi dengan adanya bungkusan berwarna kuning diduga medis yang ditemukan berserakan di ruang belakang RSUD Karawang.
Asep Syarifudin atau biasa disapa Asep Ibe mengatakan, ada beberapa faktor terjadinya terkait dugaan medis tersebut, salah satunya adalah kurangnya memperhatikan para tenaga kesehatan (Nakes) dan non-nakes. Salah satunya belum merealisasikan Insentif kepada nakes dan non nakes, berdampak pada kinerja.
“Komisi 4 DPRD Karawang mendorong Pemerintah Daerah untuk meluncurkan insentif bagi para nakes dan non nakes, dan tidak kalah pentingnya non nakes ya,” ujarnya, Kamis (29/07/21).
Dikatakan, faktor insentif nakes dan non nakes yang belum terealisasikan kinerja mereka, karena menurut Asep Ibe, resiko mereka cukup tinggi, apalagi ditengah wabah virus Corona.
“Kami mendengar baru dua bulan yang dicairkan, ini kan miris ya. Kondisi temen-temen Nakes dan non Nakes cukup berbahaya,” Karena.
Mengenai limbah medis yang terlupakan berserakan, Asep Ibe menyebut pihak RSUD Karawang seharusnya sudah mengetahui pengelolaan limbah medis, dimana dalam pengelolaannya ada aturan baku.
“Sebenarnya saya pernah membaca sellewat, dan belum komunikasi dengan Direktur RSUD, tapi poinnya begini, karena yang namanya limbah medis, kategorinya kan limbah infeksius dan non infeksius ya. Proses pengelolaannya sebenarnya ada aturan baku ya, yang diamanahkan dalam pengelolaan limbah medis ini,” jelasnya.
Untung, masih dikatakan Asep Ibe, pengelolaan limbah medis tersebut dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Namun demikian seharusnya RSUD secara profesional memilah limbah medis di internalnya sendiri sebelum dilanjutkan oleh pihak ketiga.
“Kemungkinan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, namun poinnya RSUD itu di dalam pengelolaan limbah medisnya harus secara profesional. Profesional dalam pemilahan di internal RSUD nya sendiri,” pungkasnya.
Sebelum penemuan karya ini, video sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Sekilas terlihat dalam video tersebut tampak bungkusan berwarna kuning berserakan, terlihat juga sepatu boot hingga sarung tangan medis bekas.(dmr)





