KARAWANG- Pemerintah Desa Pulomulya, Kecamatan Lemahabang menyambut baik kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan di desanya, dimana Pulomulya sendiri mayoritas penduduknya 80 persen bekerja sebagai Petani.
Hal itu dikatakan Kepala Desa Pulomulya, Ajat Suwandi. Menurutnya Pulomulya memiliki luas Sawah ±369 Ha dan potensi industri adalah jasa Penggilingan Beras, selain itu dalam program kerja mahasiswa KKN yang dilakukan terkait pemasaran dan Branding produk yang berada di Pulomulya.
Mahasiswa KKN mencari data mengenai Pelaku UMKM yang berpotesi untuk dikembangkan dan di promosikan lebih luas cangkupanya, saat mendapat kan data pelaku UMKM yang terdapat di desa Pulomulya yaitu adanya produk Minuman Kekinian Teh Tarik Kusuka dan Kripik Ma Ane, dua pelaku UMKM ini memiliki keterbatasan dalam pemasaran dan Branding dari produk yang mereka buat.
Adapun Mahasiswa melakukan wawancara dan observasi mengenai produk dari dua pelaku UMKM tersebut, selanjutnya Mahasiswa KKN Pulomulya merencanakan untuk membuat logo dari Produk The Tarik Kusuka dan membuat sosial media untuk mengembangkan pemasaranya, lalu mahasiswa mensosialisasikan cara mengenai kemasan yang ada pada produk Teh Tarik Kusuka dan mengambil beberapa gambar produk untuk dipasarkan di platform jual beli yang sudah familiar di kalangan masyarakat luas yaitu di shopee.
“Setelah itu tidak hanya Teh Tarik kusuka saja yang ter update di Shopee namun Kripik Sukun Ma Ane juga untuk di up di Shopee setelah itu dilakukan sosialisai kepada dua pelaku UMKM di Pulomulya dari proses ketika mengupload produk membuat harga, mengarahkan kurir apa yang akan join dengan Produk Teh Tarik Kusuka dan Kripik Ma Ane setelah Itu mencantumkan Harga dari produknya.
Selain itu, dalam kegiatan KKN mahasiswa juga ikut serta dalam upaya pencegahan covid 19 dengan membuat Tempat cuci tangan Hidrolik di beberapa titik, salah satunya di kantor desa Pulomulya dan Sekolah SD 1 Pulomulya, dikarenakan masih banyaknya warga desa Pulomulya mengenai pentingnya kesadaran untuk menjaga kebersihan saat selesai beraktifitas, daselain membuat tempat cuci tangan hidrolik yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN dengan bahan pipa,” katanya.
Setelah itu membuat Handsanitizer yang dibuat oleh Mahasiswa farmasi di KKN Pulomulya, setelah semuanya selesai kami membuat penyuluhan kepada warga di desa Pulomulya cara mencuci tangan dengan baik penggunaan, Masker saat beraktifitas dan memberikan sedikit wawasan mengenai bahaya Covid-19 pada anak-anak sekolah SD di Pulomulya serta pada orangtua murid untuk lebih memperhatikan kesahetan dan kebersihan kepada anaknya agar terhindar dari penularan Covid-19.
“Dan selama kami mengabdi di desa Pulomulya kami mahasiswa KKN dan kepala desa Pulomulya berterimakasih atas pengabdianya selama satu bulan untuk mengembangkan potensi UMKM dan memberikan sosialisasi mengenai tingkat kesadaran agar patuh terhadap Prokes.
“Semoga ditahun-tahun berikutnya KKN ini bisa lebih luas dalam kegiatannya dan terjun langsung untuk lebih eksplore mengenai permasalahan di Desa serta lebih luas lagi dalam membuat Program Kerja serta sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya.(dmr)






