Siswa SMAN 1 Karawang Berhasil Masuk PTN Melalui Jalur Internasional

  • Whatsapp

KARAWANG- SMAN 1 Karawang memiliki 1 siswa yang berhasil memasuki perguruan tinggi negeri melalui jalur internasional.

Nur Suryanah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Karawang menyampaikan jika pihak sekolah memberikan informasi kelulusan kepada siswa dengan 2 cara, meski begitu seluruh cara tersebut dilakukan secara bersama-sama.

Cara pertama akan diumumkan melalui online dan kedua akan dilakukan secara langsung. Pemberian informasi secara langsung akan menggunakan menempelkan kertas di papan pengumuman. Selain itu ia pun menyebutkan jika pada Kamis (4/5) akan dilakukan acara perpisahan terlebih dahulu.

“Kita dua-duanya ada secara offline dan pakai aplikasi sesuai dengan jadwal semua, karena sudah ada peraturannya dari pemerintah. Siswa kita ada 355, keterima di SNBP 70 yang sudah melaporkan. Kalau yang di sekolah saya tempel di papan Mading aja,” ujarnya pada Rabu (3/5).

Ia melanjutkan jika dari seluruh siswa yang telah diterima tersebut terdapat 1 siswa yang diterima melalui jalur Internasional Undergraduate Program (IUP) di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Ia memaparkan siswa diterima di perguruan tinggi wilayah Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Karawang. Ia menyampaikan untuk Surat Keterangan Lulus (SKL) dapat langsung diambil. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa perguruan tinggi yang memerlukan SKL.

“Kita jua ada 1 siswa yang diterima jalur IUP di Perguruan Tinggi di Surabaya. Ada yang di Karawang tapi ada juga yang di luar Karawang. SKL udah langsung bisa diambil karena ada beberapa perguruan tinggi yang meminta unggahan SKL, blanko ijazah masih ada di KCD,” lanjutnya.

Muhammad Rafly Abdillah, Siswa Kelas XII SMAN 1 Karawang menyampaikan ia telah mempersiapkan jalur internasional sejak lama. Ia pun telah mengikuti test IELTS pada saat sekolah, band score yang diperoleh sebesar 7,5. Ia melanjutkan program IUP merupakan persiapan untuk jenjang selanjutnya di luar negeri.

“Persiapan sih nggak, ada. Cuma dari awal sebelum ada persiapan untuk nyari Universitas, udah ada inisiatif untuk test IELTS. Jadi ketika nyari jalur IUP di PTN-PTN udah ada syaratnya dan nggak perlu ambil lagi di waktu yang mepet. IELTS Band Score waktu itu 7,5. Jadi IUP ini sebagai persiapan untuk nantinya program Magister. Selain itu juga IUP ini untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sehari-harinya,” jelasnya.

Ia menambahkan tujuan mengambil jalur tersebut untuk memperluas pengetahuan di bidang pendidikan tingkat internasional. Meski begitu ia memaparkan jika masih terdapat pertimbangan dalam mengambil program double degree. Ia menuturkan double degree merupakan program kelulusan di 2 universitas yang berbeda, satu universitas dalam negeri dan yang lainnya universitas di lua negeri. Saa ini ia mengambil program studi Informatika.

“Milih jalur IUP karena mau dapat eksposure ke dunia pendidikan di tingkat Internasional, dan juga untuk program Magister nantinya, sudaha ada rencana untuk diambil di luar negeri. Untuk di ITS sendiri sudah pasti sampai lulus, cuma mungkin ada pertimbangan untuk mengambil program double degree, jadi nanti akan lulus di dua universitas berbeda, satu di ITS dan satu di luar negeri. Informatika kak,” tambahnya.

Ia melatih kemampuan bahasa Inggris dengan cara berkomunikasi bersama teman di luar negeri. Ia telah memulai langkah ini sejak pandemi Covid lalu.

“Kalau soal IELTS sih nggak ya, karena emang waktu Pandemi Covid itu, hampir setiap hari berbahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan temen yang ada di luar. Untuk pendaftaran ke IUP sendiri sih mungkin nggak ada kesusahan juga, hanya dari segi administrasi saja mungkin yang butuh beberapa dokumen,” tutupnya.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *