KARAWANG– Pemerintah Kabupaten Karawang tengah mempersiapkan acara syukuran dalam rangka menyambut pemimpin baru yang akan segera dilantik.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan, Wawan, mengungkapkan bahwa acara syukuran ini akan digelar pada hari Kamis, (20/2) yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WIB di Istana Negara.
“Pelantikan diperkirakan selesai sebelum pukul 12.00 WIB, lalu dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan siang. Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, bupati akan bertolak ke Karawang dan diperkirakan tiba pada pukul 15.30 WIB,” ujar Wawan.
Setibanya di Karawang, bupati akan disambut oleh masyarakat umum, aparat, tokoh masyarakat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Acara Syukuran Menyambut Pemimpin Baru ini akan berlangsung di Galeri Nyi Pager Asih, di mana telah disiapkan berbagai sajian kuliner dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ada sekitar 40 pelaku UMKM yang akan berpartisipasi, dan kami menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan gratis, seperti bakso dan dimsum,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi cuaca, panitia telah menyiapkan tenda agar acara tetap berlangsung lancar.
Acara syukuran ini dijadwalkan selesai maksimal pukul 18.00 WIB, mengingat keesokan harinya bupati harus bertolak ke Magelang untuk menghadiri agenda lainnya pada pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, suasana di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang semakin meriah dengan ratusan karangan bunga yang berjejer di sekitar area kantor.
Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga tokoh-tokoh lokal yang memberikan ucapan selamat atas pelantikan pemimpin baru.
Terkait sidang paripurna pertama bupati baru, Wawan menyampaikan bahwa agenda tersebut dijadwalkan pada 4 Maret 2025.
“Karena bupati yang terpilih merupakan petahana, maka setelah kembali dari Magelang, beliau langsung melaksanakan tugasnya. Sementara itu, mulai Jumat, 21 Februari 2025, pemerintahan sementara akan dipegang oleh Wakil Bupati,” jelasnya.
Meskipun acara syukuran ini terbuka untuk umum, pihak panitia memastikan tidak akan ada penutupan jalan.
“Tidak ada penutupan, hanya pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan, Polres, dan Satpol PP di sekitar Jalan Nagasari dan Jalan Siliwangi,” kata Wawan.
Dalam acara penyambutan, bupati dan wakil bupati akan diterima dengan prosesi adat yang melibatkan lengser, lalu menaiki kendaraan khas “odong-odong” dari Jalan Siliwangi 2, depan Kodim, menuju lokasi acara.
Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan sambutan dan ramah tamah sebelum akhirnya ditutup.
Panitia memperkirakan jumlah masyarakat yang hadir mencapai sekitar 3.000 orang.
“Kami berharap acara ini berjalan lancar dan menjadi momen kebersamaan antara pemimpin daerah dan masyarakat,” pungkas Wawan.(red)






