Ratusan Kurir Mogok Massal, Tuntut Kesejahteraan di Momen Lebaran

  • Whatsapp

KARAWANG – Ratusan kurir Lastana Express Indonesia (Lazada Logistic) di Kabupaten Karawang mogok kerja karena belum mendapatkan hak bantuan hari raya (BHR) dari perusahaan.

Pada Selasa, (18/3) mereka ramai-ramai mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang untuk melakukan pengaduan.

Koordinator aksi masa, Astriyanto menyampaikan, pihaknya hanya menuntut kepedulian dari perusahaan, sebab pemerintah pusat sudah mengumumkan bahwa tenaga kerja seperti ojol dan kurir berhak mendapat bantuan hari raya (BHR).

“Kita sudah bekerja keras melebihi yang lain, sedangkan kepedulian perusahaan tidak ada, kita hanya diberi sembako,” ungkapnya.

Tuntutan ini, lanjut dia, sangat mendesak bagi para kurir sehingga bantuan hari raya (BHR) begitu diharapkan. Ia menerangkan, kurir bekerja tanpa kenal waktu. Namun gajih yang diterima, rata-rata di bawah UMR (Upah Minimum Regional).

158 kurir yang datang ke Disnaker amat berharap BHR segera turun, agar mereka membeli baju lebaran untuk anak istri, serta membayar zakat.

“Kita ini pekerja melebihi tuyul, tidak mengenal jam waktu. Pembantu aja yang notabenenya tidak memperkaya majikannya, dia dikasih THR. Kita yang kerja tidak kenal waktu dan cuaca, hanya dikasih bingkisan,” tuturnya.

Kurir lainnya, Septian Teguh mengatakan, di tahun sebelumnya para kurir masih bisa bertahan lantaran volume paket terbilang tinggi. “Kalau di tahun sekarang turun, jadi kita kebingungan,” katanya.

Karena kondisi ini, mereka memutuskan untuk mogok bersama hingga perusahaan memperhatikan kesejahteraan para kurir.

“Kita emang bener-bener lagi di bawah, yang dibutuhkan temen-temen cuman perhatian lebih doang gak berbentuk apa-apa. Kita sedang mogok kerja semua sampe ada perubahan kebijakan yang memperhatikan kita,” tandasnya.(Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *