Sopian, dari Anak Guru Ngaji Kampung Pesisir ke Penggagas Moderasi Beragama di Pucuk Kemenag Karawang

  • Whatsapp

KARAWANG– Dari seorang anak guru ngaji di desa pesisir utara Karawang, Sopian kini dikenal sebagai sosok penting di balik penguatan moderasi beragama di Kabupaten Karawang.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang itu mendapat julukan “Bapak Moderasi Beragama” atas kiprahnya menjaga kerukunan lintas agama di wilayahnya.

Lahir pada 1971 dari keluarga sederhana, Sopian sejak kecil sudah menunjukkan tekad hidup mandiri. Ia terbiasa berangkat ke madrasah sebelum fajar dan membantu orang tua selepas sekolah. Sopian kecil bahkan sudah terbiasa mencari penghasilan sendiri dengan menawarkan jasa ojek di kampungnya.

“Waktu kecil sering ngojek. Uangnya sebagian saya tabung, sebagian lagi buat jajan, biar gak minta ke orang tua,” kenangnya saat berbincang, Kamis (1/5).

Perjalanan hidupnya semakin terarah ketika Sopian muda menjadi santri sekaligus guru honorer di MI Pondok Pesantren Nihayatul Amal, Kecamatan Cibuaya, pada 1994. Ia kemudian melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mengambil jurusan Tarbiyah.

Di tengah kesibukan kuliah, Sopian tetap setia mengajar, bolak-balik Bandung–Karawang demi tanggung jawabnya sebagai guru. Dedikasi itu berbuah manis ketika pada tahun 2000, ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditugaskan sebagai guru di SDN Pejaten II.

Kiprahnya di dunia pendidikan dan keagamaan terus menanjak. Pada 2013, ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Karawang. Dua tahun berselang, Sopian naik menjadi Kepala Kantor Kemenag Karawang hingga 2020. Sempat bertugas di Bekasi dan Purwakarta, ia kembali ke Karawang pada 2023 untuk menjabat posisi yang sama.

Selama menjabat, ia dikenal tak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi, seperti penciptaan Kampung Kerukunan di kawasan Resinda dan Kampung Moderasi di sejumlah kecamatan, termasuk Cibuaya, Karawang Barat, dan Rengasdengklok.

Atas kontribusinya, Sopian kini juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Penggerak Galeri Silaturahmi Nusantara (GSN) wilayah Karawang organisasi lintas agama yang fokus pada penguatan kerukunan umat.

Meski menjabat posisi tinggi, Sopian tetap tampil sederhana. Ia kerap turun langsung ke lapangan, menyapa warga, menghadiri pengajian kecil, hingga berdialog dengan para guru madrasah.

“Bagi saya, menjadi Kepala Kemenag bukan soal posisi, tapi soal tanggung jawab untuk menjaga akhlak bangsa dan menjadi pelayan bagi umat,” ujarnya.

Kisah hidup Sopian menjadi bukti bahwa ketulusan, kerja keras, dan semangat pengabdian bisa membawa perubahan besar dari lorong pesantren menuju kebijakan yang menyentuh banyak kehidupan.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *