Warga Karangligar Tagih Janji Gubernur Dedi Mulyadi Soal Rumah Panggung

  • Whatsapp

KARAWANG – Sebagian warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pembangunan rumah panggung sebagai solusi penanganan banjir yang rutin melanda wilayah tersebut.

Cawan (60), warga Dusun Pangasinan, mengaku antusias dengan rencana pembangunan rumah panggung. Ia berharap janji Gubernur segera direalisasikan karena kondisi rumahnya kerap terendam banjir saat hujan deras mengguyur.

“Sepakat sama programnya Kang Dedi, berharap betul bakal dibuatkan rumah panggung. Kami warga sudah lelah begini terus. Saya rumah di Pangasinan, sekarang mengungsi ke Kantor Desa,” ujar Cawan saat ditemui pada Senin (19/5/2025).

Hal senada disampaikan Riani, seorang pelajar yang juga terdampak banjir. Ia mengaku aktivitas sekolah menjadi terganggu akibat banjir yang belum kunjung teratasi.

“Berangkat sekolah basah-basahan. Pak Dedi, kita ujian gimana ini, Pak? Kami setuju kalau mau dibuatin rumah panggung,” kata Riani.

Sebagian Warga Nilai Rumah Panggung Tak Efektif

Meski sejumlah warga menyambut baik rencana tersebut, sebagian lainnya justru menilai pembangunan rumah panggung bukan solusi jangka panjang untuk persoalan banjir yang menahun di Karangligar.

Rian Alfiansyah, salah satu warga, menyebut ide rumah panggung bersifat sementara dan tak menyentuh akar permasalahan.

“Sederhananya itu seperti berenang sesaat. Menurut saya, gak efektif. Bayangkan kalau bikin rumah panggung setinggi 2,5 meter atau 1,5 meter, biayanya bisa Rp200 sampai Rp300 juta per rumah. Itu belum masuk akal,” tegas Rian.

Ia juga menolak gagasan pembangunan rumah panggung menggunakan kayu atau papan. Menurutnya, hal tersebut justru menurunkan standar hunian masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki rumah permanen berbahan beton.

“Kalau dari beton ke rumah kayu atau papan, itu namanya downgrade,” tambahnya.

Sebagai alternatif, Rian mendorong percepatan pembangunan bendungan yang disebut sudah dirancang oleh pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap kerja sama antara BBWS, Kementerian PUPR, dan Pemkab Karawang segera menghasilkan solusi konkret.

“Kalau pemerintah sudah punya rencana pembuatan bendungan, tinggal tunggu realisasinya saja. Menurut saya, itu lebih masuk akal sebagai solusi jangka panjang,” katanya.

RT Dukung Bendungan sebagai Solusi Utama

Ketua RT setempat, Maswadi, turut memberikan pandangan. Ia menyebut pembangunan rumah panggung memang bisa menjadi solusi tambahan, namun prioritas utamanya tetap pada realisasi bendungan.

“Memang ada bagusnya juga rumah panggung, tapi solusi yang pertama ya bendungan dulu. Kalau bendungan sudah jalan dan masih ada banjir kecil, baru boleh rumah panggung. BBWS, PUPR, dan Bupati sudah kerja sama, katanya bulan 8 mulai. Mudah-mudahan cepat berjalan, kasihan masyarakat,” pungkasnya.

Desa Karangligar diketahui menjadi salah satu wilayah langganan banjir di Karawang. Warga berharap penanganan dari berbagai pihak tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan segera masuk ke tahap implementasi nyata.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *