KARAWANG- Pabrik pupuk NPK nitrat pertama di Indonesia dalam waktu dekat bakal dibangun di kawasan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC).
Hal itu dilakukan guna memenuhui kebutuhan para petani holtikultura akan pupuk nitrat yang selama ini 100℅ masih mengandalkan pasokan dari luar negeri.
“Terus terang kebutuhan pupuk nitrat sepenuhnya masih impor,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, saat mengunjungi area demplot (demontrasi pola tanam) penggunaan nitrat hasil riset PKC di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.
Menurut dia, pupuk NPK nitrat hasil riset anak bangsa terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman holtikultura, khususnya bawang merah dan cabai. Hal itu dibuktikan dari demplot bawang merah dan cabai yang dilakukan di beberapa tempat di Indonesia.
Berangkat dari keberhasilan tersebut, katanya, Pupuk Indonesia bertekad untuk memproduksi pupuk NPK nitrat sendiri secara massal. Kawasan PKC pun dipilih sebagai lokasi pendirian pabrik nitrat pertama di dalam negeri.
Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Maryono menyebutkan, pihaknya optimistis terhadap potensi NPK nitrat hasil riset anak buahnya.
“NPK nitrat ini adalah terobosan penting yang kami hadirkan sebagai solusi bagi para petani hortikultura, khususnya bawang dan cabai,” kata dia.
Dia juga menjelaskan, pupuk NPK nitrat itu dirancang untuk memberikan nutrisi optimal yang dibutuhkan tanaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen secara signifikan. Pihaknya sangat bangga dapat mempersembahkan produk karya anak bangsa yang diharapkan dapat menjadi game-changer di sektor pertanian.
Sementara itu, Rangga, salah satu anggota Tim Riset Pupuk Kujang menjelaskan, pupuk NPK nitrat hasil karya mereka telah diujicobakan terhadap komoditas bawang merah dan cabai merah. Hasilnya, terbukti mampu meningkatkan produktivitas komoditas tersebut.
“Pupuk NPK nitrat merupakan pupuk dengan kandungan nitrogen berbentuk nitrat yang tinggi. Senyawa nitrat ini dapat diserap lebih cepat oleh akar tanaman bersama unsur hara kelompok kation, seperti kalium, magnesium, kalsium, zat besi, tembaga, serta zink yang perannya tidak dapat tergantikan dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen tanamannya,” paparnya.
Masih menurut Rangga, berdasarkan hasil demplot, NPK nitrat telah menunjukkan peningkatan produksi cabai sebesar 6% dan bawang sebesar 9%. Peningkatan keuntungan yang didapat petani mencapai 4,9% untuk cabai dan 9,5% untuk bawang.
NPK nitrat juga, katanya, memiliki spesifikasi NPK 15-13-18 dengan kandungan nitrat (N−NO3) 5% serta dilengkapi unsur hara mikro. Produk ini tersedia dalam bentuk granular berwarna hijau dengan kemasan 20 kilogram dan 2 kilogram. Pupuk Kujang menargetkan hortikultura, khususnya bawang dan cabai, dengan memosisikan NPK nitrat sebagai pupuk nitrat formula lengkap.
Salah seorang petani bawang merah, Kamino, yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Kersana, Brebes, ke Cikampek menyebutkan, berkat NPK nitrat Pupuk Kujang, tanaman bawang merah miliknya jadi lebih tahan cuaca ekstrem. Selain itu, tidak mudah terserang hama.
“Bawangnya juga lebih besar dan warnanya lebih merah. Yang paling penting, produksi bawang saya meningkat hingga 9%,” pungkasnya.(red)






