KARAWANG– Ribuan warga Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, tumpah ruah di jalan pada Minggu malam, 28 Juni 2025, untuk mengikuti Lomba Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriyah.
Kegiatan yang digelar oleh organisasi kepemudaan Sanggabuana Production ini sukses menghidupkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai tradisi Islami di tengah masyarakat.
Tercatat sebanyak 14 kelompok peserta ikut ambil bagian dalam pawai tersebut, dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang. Mereka menempuh rute sepanjang 4 kilometer mengelilingi wilayah Kecamatan Tegalwaru sambil membawa obor hasil kreasi masing-masing kelompok.
Ketua Pelaksana Acara, Taopik Rahmat, mengungkapkan rasa haru atas antusiasme warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga para sesepuh desa. Ia mengatakan, dukungan warga sangat luar biasa, bahkan ada ibu-ibu yang menyediakan makanan ringan untuk peserta dan warga yang meminjamkan pekarangan rumahnya untuk tempat istirahat.
“Kami terharu melihat semangat warga dari empat dusun yang bersatu. Kurang lebih sebanyak 2.000 hingga 3.000 orang terbagi dalam 14 kelompok, masing-masing berisi 60 sampai 200 peserta. Ada anak-anak menghias obor, bapak-bapak meminjamkan lahan, ibu-ibu menyiapkan kudapan semua turut terlibat,” ujar Taopik.
Acara tersebut juga melibatkan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cintalaksana. Perwakilan mahasiswa KKN, M. Rafi Catur, mengatakan bahwa mereka terjun langsung sebagai pendamping lapangan dari awal hingga akhir acara.
“Kami sangat berterima kasih sudah dilibatkan dalam kegiatan ini. Kami ikut mengawal jalannya pawai, membantu peserta, dan merasakan langsung semangat kebersamaan warga,” kata Rafi.
Ketua Sanggabuana Production, Aditya Dwi P., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Cintalaksana yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa semangat Muharam bisa dirayakan secara meriah tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.
“Event ini membuktikan bahwa Muharam bisa dirayakan dengan gembira dan penuh makna. Tahun depan, kami berencana melibatkan lebih banyak elemen agar acara lebih meriah dan inklusif,” ujar Aditya.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang lomba pawai yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Acara ini turut dihadiri oleh Camat Tegalwaru, Bapak Bunawan, SE, A.Kp., M.Si dan Kepala Desa Cintalaksana, Bapak H. Agus Sulaeman, yang mengapresiasi kekompakan warga dan berharap semangat ini terus terjaga dalam kegiatan keagamaan dan sosial lainnya.(red)






