DPUPR Normalisasi Saluran Air 12 Km, Bongkar Ratusan Bangunan Liar di Batujaya

  • Whatsapp

KARAWANG– Ratusan bangunan liar yang berdiri di sepanjang aliran sungai di Batujaya hingga Telukbango, Kecamatan Batujaya, dibongkar oleh tim gabungan, Kamis (10/7/2025).

Tindakan ini merupakan bagian dari operasi dan pemeliharaan saluran drainase serta jaringan irigasi agar kembali berfungsi optimal.

Pembongkaran melibatkan personel dari Satpol PP, TNI, Polri, Damkar, serta Pasukan Biru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karawang. Tak hanya itu, alat berat juga dikerahkan untuk merobohkan bangunan yang berdiri di atas saluran air.

Kepala Dinas PUPR Karawang, Rusman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program normalisasi saluran air sepanjang 12 kilometer yang selama ini rawan genangan saat hujan deras.

“Kita lakukan normalisasi saluran air sepanjang 12 kilometer, mencakup tiga titik utama dan tiga syphon dari Batujaya hingga Telukbango,” kata Rusman.

Rusman menjelaskan, kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir karena aliran air tersumbat bangunan liar. Ia berharap, setelah penertiban ini, aliran air bisa kembali lancar dan risiko banjir berkurang drastis.

“Kami ingin mengembalikan fungsi saluran air. Ini langkah penting agar masyarakat tak lagi khawatir saat musim hujan,” tambahnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Karawang, Aries Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran drainase serta jaringan irigasi merupakan program rutin yang dilakukan setiap tahun.

“Normalisasi saluran drainase serta jaringan irigasi ini merupakan kegiatan operasi dan pemeliharaan yang rutin kami lakukan, dan untuk tahun ini, selain di Batujaya, kami juga lakukan di beberapa titik lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pembongkaran bangunan liar tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II, karena aset dan kewenangan lahan berada di bawah instansi tersebut.

“Aset dan kewenangannya milik PJT II, jadi dalam pembongkaran bangli di sepanjang Jalan Batujaya hingga Telukbango ini, kami hanya mendampingi dan membantu dengan alat berat,” kata Aries.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Karawang, Basuki Rahmat, menuturkan bahwa pihaknya mengerahkan 30 personel dalam operasi ini, termasuk tiga dari unit Penegakan Produk Hukum Daerah (PPUD). Ia mengungkapkan bahwa tindakan ini juga merupakan tindak lanjut dari permintaan langsung PJT II.

“Ada permintaan dari PJT agar kita membantu penertiban bangunan yang mengganggu saluran. Ini demi kepentingan bersama, terutama warga yang selama ini terdampak banjir. Untuk jumlah bangli yang dilakukan pembongkaran ada sekitar 535 bangli,” jelas Basuki.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Karawang akan terus melakukan penataan kawasan rawan banjir demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. “Operasi ini adalah langkah nyata dalam mengembalikan fungsi saluran air seperti sediakala,” tandasnya.

Basuki juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali mendirikan bangunan di atas saluran air atau jalur hijau. “Kami imbau warga untuk tidak mengulangi pelanggaran ini. Jangan bangun lagi di atas saluran air,” pungkasnya.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *