KARAWANG- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, H.Sopian membuka resmi kegiatan Musyawah Daerah (MUSDA) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah ( KKMI) Kabupaten Karawang bertempat Dirja Park & Resto Cipule Karawang, Rabu (20/8/2025).
Pembukaan Musda dihadiri Kasubbag Tata Usaha,Kasi Pendidikan Madrasah,Ketua Pokjawas Madrasah,Pengawas Bina, Kepala KUA, Ketua PGMNI, Ketua KKRA, KKMI, KKMTs dan KKMA serta para peserta perwakilan KKM Kecamatan.
Dalam sambutan Kepala kantor, H.Sopian menyampaikan aresiasi setinggi-tingginya kepada KKMI atas terlaksananya kegiatan Musda, saya sengaja hadir didampingi Kasubbag dan Kasi serta kepegawaian karena semua antusias untuk kegiatan madrasah.
Menurut Sopian, KKMI hadir sejak 20 November 2001 pertama ada KKMI tingkat kabupaten. Saya terpilih sebagai Ketua KKMI Kabupaten untuk pertama kalinya dan menakhodai KKMI mulai tahun 2001 hingga 2011.
Sekarang dilaksanakan Musda untuk memilih ketua KKMI untuk tiga tahun kedepan. Siapapun yang terpilih, yang penting mau komunikasi dan koordinasi dengan kepala seksi dan kepala kantor dan rekan-rekan di Madrasah Ibtidaiyah.
Didepan peserta Musda, Kepala kantor juga menyampaikan, Delapan Program Prioritas yang dikenal dengan Asta Protas Kementerian Agama 2025-2029 meliputi: Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sukses Haji dan Digitalisasi Tata Kelola.
“Program Asta Protas harus diimplementasikan oleh kita selaku pemangku atau pelaksana pendidikan, baik madrasah negeri dan madrasah swasta semua berada dibawah naungan Kementerian Agama, karena itu semua wajib mengawal program tersebut,” tandas Sopian.
Selain itu, kepala kantor menekankan, lima point dalam penerapan kurikulum berbasis cinta (KBC) yaitu: Cinta kepada Tuhan, Sesama, Hewan, Tumbuhan dan Alam Semesta
“Tahadus bini’mat madrasah terus eksis, dan madrasah masih menjadi pilihan utama Masyarakat. Semoga dengan penerapan kurikulum berbasis cinta berdampak positif dalam membentuk generasi yang toleran dan berkepribadian inklusif, ”pungkasnya.(Red)






