KAI Gelar Rail Clinic di Karawang, Layani 250 Warga dan Bagikan Kacamata Gratis kepada 30 Siswa

  • Whatsapp

KARAWANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggelar bakti sosial melalui layanan kesehatan gratis Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Karawang, Senin (14/9).

Kegiatan tersebut menyasar 250 warga Kelurahan Nagasari dan Kelurahan Karangpawitan yang berada di sekitar Stasiun Karawang.

Selain layanan kesehatan gratis, KAI juga memberikan kacamata kepada 30 siswa SDN Nagasari yang membutuhkan alat bantu penglihatan serta memberikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada masyarakat.

Deputi 2 Daerah Operasi 1 Jakarta Istadi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian KAI terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Sebanyak 250 warga memperoleh layanan kesehatan secara gratis melalui Rail Clinic. Selain itu, KAI memberikan kacamata gratis kepada 30 siswa SDN Nagasari yang membutuhkan alat bantu penglihatan,” katanya, Senin (14/9).

Layanan yang diberikan melalui Rail Clinic meliputi pemeriksaan dokter umum, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium sederhana, pelayanan ibu hamil, pemeriksaan mata, hingga pelayanan farmasi dan pemberian obat.

Menurut Istadi, Rail Clinic menjadi salah satu upaya KAI mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kereta khusus tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pemeriksaan sehingga warga dapat memperoleh layanan kesehatan secara mudah dan tanpa biaya.

“Rail Clinic menjadi salah satu cara KAI mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang sama, KAI menghadirkan Rail Library sebagai sarana edukasi dan literasi. Anak-anak dan masyarakat dapat membaca berbagai koleksi buku sekaligus mendapatkan pengalaman belajar di dalam kereta.

KAI juga memberikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api, khususnya terkait aktivitas masyarakat di sekitar jalur dan perlintasan sebidang.

Masyarakat diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu mulai ditutup, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

“Masyarakat juga kami imbau tidak bermain, berjalan, maupun melakukan aktivitas apa pun di jalur kereta api karena dapat membahayakan diri sendiri dan perjalanan KA,” tuturnya.

Istadi menambahkan, kegiatan Rail Clinic, Rail Library dan edukasi keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan KAI.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan budaya literasi masyarakat serta menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api,”tutupnya. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *