KARAWANG- BPJS Ketenagakerjaan Karawang dan Primaya Hospital memberikan perlindungan kepada para atlet Club Basket Ganesha Warriors melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Simbolisasi penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Club Basket Ganesha Warriors digelar di Aula Primaya Hospital Karawang Lantai 2, Selasa (15/9/2026).
Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi Primaya Hospital dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya mereka yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya.
“Memang ini ada salah satu program kita dari BPJS Ketenagakerjaan. Kita memang ingin berkontribusi untuk masyarakat,” kata Winardi.
Menurutnya, Primaya Hospital sebelumnya telah memberikan perlindungan kepada beberapa ratus orang dari berbagai kalangan. Ke depan, pihaknya berkomitmen memperluas cakupan perlindungan tersebut.
“Coverage kita sebelumnya kalangan ojol sekitar 150 orang, kemudian wartawan 40 orang. Selain itu kita masih melihat mana-mana saja yang memang berpotensi untuk bisa kita lindungi, terutama masyarakat yang memiliki risiko tinggi dan tidak ter-cover,” jelasnya.
Winardi menargetkan program perlindungan tersebut dapat menjangkau sekitar 1.000 orang pada tahun ini.
Sementara itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Rahman, menjelaskan para atlet Ganesha Warriors kini mendapatkan perlindungan bukan hanya ketika mengikuti pertandingan atau event.
Perlindungan berlaku sejak atlet berangkat menuju tempat latihan, selama menjalani latihan, mengikuti sparring maupun pertandingan, hingga kembali ke rumah.
“Mulai berangkat ke tempat latihan, di tempat latihan maupun ikut event juga, sampai pulang lagi ke rumah, itu segala risiko terkait atlet sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk biaya pengobatan perawatannya sampai dengan sembuh,” ujarnya.
Rahman menjelaskan, atlet termasuk dalam segmen Bukan Penerima Upah (BPU), bersama kelompok masyarakat yang bekerja atas dirinya sendiri maupun peserta minat bakat.
Menurutnya, kepesertaan Ganesha Warriors kini dilakukan atas nama klub sehingga perlindungan tidak lagi terbatas pada event tertentu.
“Kalau sebelumnya Ganesha itu terdaftar pas ada event tersebut, tapi sparring-nya tidak ter-cover. Tapi karena sudah nantinya per tim dibayar per bulan, itu dari mulai latihan sampai dengan bertanding sudah ter-cover terkait cedera yang terjadi,” katanya.
Ia menyebut cedera akibat kecelakaan dalam aktivitas olahraga, seperti terjatuh, terpelanting, tertindih hingga cedera pergelangan kaki atau patah tulang, termasuk risiko yang dapat ditangani melalui program tersebut sesuai ketentuan.
Perlindungan juga berlaku ketika atlet menjalani pertandingan maupun sparring di luar Karawang, seperti Bekasi, Cikarang hingga Jakarta.
Rahman mengingatkan agar atlet yang mengalami cedera akibat kecelakaan segera mendapatkan penanganan medis.
“Kalau mengalami kecelakaan kerja, cedera bertanding, atau sparring, jangan lupa terkait cedera ini harus dibawa ke rumah sakit dalam waktu paling lambat 2 x 24 jam,” jelasnya.
Untuk penanganan cedera, pihak klub juga perlu membuat kronologi kejadian sebagai bagian dari proses penanganan peserta.
Ia mencontohkan cedera ACL yang pernah dialami atlet binaannya dapat memperoleh pembiayaan pengobatan melalui BPJS Ketenagakerjaan hingga atlet dinyatakan pulih dan dapat kembali bertanding berdasarkan pemeriksaan dokter.
Selain perlindungan akibat kecelakaan, program BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Pelatih Basket Ganesha Warriors, Arizal Fahri, menyambut baik adanya perlindungan tersebut. Menurutnya, program ini dapat mengurangi kekhawatiran pengurus maupun atlet ketika menjalani aktivitas olahraga, terutama saat harus bertanding ke luar kota.
“Jujur secara kami sebagai pengurus sangat bahagia. Karena akhirnya kita tidak perlu khawatir lagi sama atlet-atlet kita,” ujarnya.
Menurut Arizal, risiko cedera yang sebelumnya menjadi salah satu kekhawatiran bahkan dapat mengganggu konsentrasi atlet ketika bertanding.
“Dengan adanya ini, anak-anak pun juga akan lebih lepas secara permainan dikarenakan mereka tidak lagi khawatir terkait cedera,” katanya.
Untuk tahap awal, terdapat sekitar 70 atlet yang telah masuk dalam data perlindungan. Sementara jumlah anggota Ganesha Warriors secara keseluruhan diperkirakan mencapai 150 hingga 200 orang dan masih dalam proses pendataan.
Arizal berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan para atlet Ganesha Warriors memperoleh fasilitas terbaik dalam menunjang aktivitas serta perkembangan mereka di dunia olahraga.
“Harapannya semoga anak-anak ini nanti mendapatkan fasilitas-fasilitas terbaik. Harapan kami dari Primaya sendiri akan terus bisa memberikan fasilitas terbaik,” pungkasnya.






