KARAWANG– Sekitar 500 atlet asal Kabupaten Karawang yang akan berlaga dalam ajang olahraga tingkat provinsi (Porprov) mendapat perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan hasil kerja sama Primaya Hospital Karawang dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang.
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Primaya Hospital dan Koni Karawang di Brits Hotel, Senin, 5 Oktober 2026.
Direktur Rumah Sakit Primaya Karawang, dr. Winardi, mengatakan perlindungan tersebut diberikan untuk memastikan para atlet mendapatkan jaminan selama menjalani proses latihan hingga mengikuti pertandingan.
“Alhamdulillah, kerja sama kami dengan KONI hari ini kita meng-cover sekitar kurang lebih 500 atlet di Karawang yang akan berlaga di Porprov. Coverage-nya melalui BPJS Ketenagakerjaan, meliputi jaminan kecelakaan kerja maupun kematian,” ujar dr. Winardi, saat diwawancarai setelah menandatangani MoU di Brits Hotel, Senin, 5 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, perlindungan tersebut tidak hanya berlaku selama pelaksanaan pertandingan, tetapi telah dimulai sejak periode persiapan dan akan berlangsung hingga akhir tahun.
“Coverage ini dari awal, sebenarnya sejak bulan lalu sudah masuk. Jadi apabila ada atlet yang mengalami kejadian mulai dari bulan lalu sampai nanti Desember atau saat pelaksanaan, semuanya masuk dalam perlindungan,” katanya.
Selain memberikan jaminan melalui BPJS Ketenagakerjaan, Primaya Hospital juga menyiapkan dukungan medis bagi atlet Karawang di sejumlah daerah yang menjadi lokasi pertandingan.
Winardi membeberkan, Primaya Hospital memiliki jaringan rumah sakit di Bekasi, Depok, dan Bogor. Hal tersebut dinilai memudahkan penanganan apabila atlet mengalami cedera di lokasi pertandingan.
“Primaya Hospital ini jaringannya cukup luas. Di Bekasi kita punya tiga rumah sakit, kemudian juga di Depok dan Bogor. Ini sejalan dengan venue yang ada nanti,” bebernya.
Apabila terjadi cedera, atlet akan mendapatkan pertolongan pertama di rumah sakit Primaya terdekat dengan lokasi kejadian. Jika membutuhkan penanganan lanjutan, atlet dapat dirujuk ke Primaya Hospital Karawang untuk menjalani terapi dan perawatan berikutnya.
“Misalnya di Depok dengan Primaya Depok, di Bekasi dengan Primaya Bekasi. Kami juga menyiapkan tim di sana. Jadi ketika ada cedera, kita langsung berikan pertolongan pertama di rumah sakit terdekat,” ungkap Winardi.
“Setelah itu, apabila memang mendapatkan cedera lanjutan, kita akan bawa ke Karawang untuk melakukan terapi selanjutnya,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua KONI Karawang, Wiroso, S.T., mengatakan jaminan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para atlet selama menjalani proses pembinaan maupun pertandingan.
“Bagaimanapun atlet itu harus terjamin dari segi kesehatannya. Apalagi dalam berlatih juga ada risiko. Minimal atlet-atlet kita nyaman melaksanakan Porprov 2026 ini dengan jaminan kesehatan dengan diberikan BPJS Ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan RS Primaya,” kata Wiroso.
Dengan begitu, Wiroso berharap dukungan serupa juga diberikan oleh rumah sakit lainnya yang berada di Kabupaten Karawang. Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya ditujukan bagi atlet yang sudah berprestasi, tetapi juga bagi seluruh atlet yang sedang menjalani proses latihan dan pembinaan.
“Kalau kita bicara atlet, bukan hanya atlet yang sudah berprestasi. Semua yang melaksanakan pelatihan ini ada pembinaan sampai mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Wiroso menilai dukungan dari berbagai pihak, termasuk Primaya Hospital dan sejumlah stakeholder lainnya, sangat diperlukan untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Karawang.
Ia juga mengapresiasi dukungan Primaya Hospital yang menyediakan ambulans dan tenaga medis di sejumlah venue pertandingan di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
“Ini bentuk kontribusi nyata Primaya untuk Karawang, khususnya untuk atlet-atlet Karawang,” katanya.
Terkait target prestasi, KONI Karawang menargetkan para atlet mampu mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan medali pada ajang tahun ini.
“Kita target medali. Mudah-mudahan bisa mempertahankan yang lama, minimal sekitar 30 sampai 35 medali emas,” ujar Wiroso.
Ia menyebut pada ajang sebelumnya, Karawang mampu meraih sekitar 30 medali dan berhasil bertengger di posisi 10 besar.
“Kalau kemarin dengan 30 medali itu masih di 10 besar, sekitar peringkat sembilan atau sepuluh. Jadi tetap target 10 besar,” katanya.
Meski belum menargetkan masuk lima besar, Wiroso menegaskan KONI Karawang tetap optimistis para atlet mampu memberikan hasil terbaik.
“Kalau lima besar kayaknya belum sanggup dengan kondisi sekarang. Kita tetap optimis mempertahankan dan kalau bisa lebih bagus. Mudah-mudahan kita dapat hasil yang lebih baik,” tuturnya.
Wiroso menambahkan, sejumlah cabang olahraga masih menjadi andalan Karawang dalam mendulang medali, khususnya cabang olahraga bela diri seperti sambo dan judo. Selain itu, cabang dayung dan sepatu roda juga diharapkan mampu memberikan kontribusi medali bagi kontingen Karawang.
Dengan dukungan perlindungan kesehatan dan fasilitas medis tersebut, KONI Karawang berharap para atlet dapat menjalani proses latihan dan pertandingan dengan lebih tenang sehingga mampu memberikan prestasi maksimal bagi Kabupaten Karawang.(Red)






