KARAWANG- Pemerhati Pemerintahan, Asep Agustian mengatakan, persoalan kemiskinan ekstrem di Karawang merupakan pukulan telak bagi Bupati Karawang dan Jajarannya.
Karawang masuk sebagai kategori Kemiskinan Ekstream berdasarkan data dari BPS Pusat.
Pasalnya, Bupati Karawang sudah menjabat baik Plt maupun Bupati, sehingga sudah mengetahui permasalahan yang ada di Karawang.
“Ini pukulan telak kepada Bupati Karawang dan jajarannya. Cellica-Aep tidak perlu gusar didalam menyikapi data ‘Karawang Miskin Ekstrem’ dari BPS ini,” ujarnya.
Askun (sapaan akrab) menyarankan, agar Cellica-Aep menyikapi data BPS ini dengan solusi program pengentasan kemiskinan yang kongkret. Tidak lagi berkutat pada program-program seremonial yang sifat laporan setiap dinasnya hanya ABS (Asal Bupati Senang).
Dijelaskan Askun, ada 1.600 lebih indutri di Karawang, lahan pertanian yang luas, kekayaan laut dan migas yang luar biasa, hingga potensi pariwisata yang masih terus bisa dikembangkan.
Namun anehnya, justru potensi dan kekayaan SDA Karawang ini tidak mampu digali dengan maksimal. Sehingga Karawang masih masuk kategori kabupaten miskin ekstrem di Jawa Barat.
“Berarti di sini ada manajerial pemerintahan yang gak beres. Seperti yang saya bilang tadi, bawahannya kebanyakan laporan ABS (Asal Bupati Senang) ketika menjalankan sebuah program pemerintahan dari target RPJMD,” tutur Askun, Senin (4/10/2021).
Lebih dari itu, Askun juga meminta agar para anggota wakil rakyat khususnya yang tergabung dalam parpol koalisi Cellica-Aep tidak hanya berdiam diri dan terkesan tidur begitu saja di dalam menyikapi isu pemerintahan ini. Karena tanpa peranan legislatif, Cellica-Aep (eksekutif) tidak mungkin bisa menyelesaikan persoalan Karawang yang masuk kategori miskin ekstrem ini.
“Saya perhatikan Karawang lagi rame isu ini, anggota dewannya pada diem bae!. Saya minta anggota dewan khususnya ketua DPRD yang notabene satu parpol dengan bupati juga segera angkat bicara. Bantu dong Cellica-Aep di dalam menyelesaikan persoalan ini. Jangan ‘ngabelengep wae’ (diam saja, red),” sindir Askun.
Menurut Askun, tidak ada alasan hukum yang kuat Bupati Cellica harus mundur dari jabatannya ketika muncul isu kemiskinan ekstrem ini. Karena yang lebih penting yang harus dilakukan Cellica-Aep hari ini, bagaimana caranya melakukan pemerataan pembangunan sampai pelosok desa. Sehingga di tahun mendatang, Karawang tidak lagi masuk zona miskin ekstrem.
“Sekarang bagaimana caranya ribuan pabrik Karawang bisa diisi oleh putra-putri asli Karawang. Bagaimana caranya tidak ada lagi warga yang buang hajat dikali. Bagaimana caranya warga Karawang bisa berpenghasilan di atas Rp 500 ribu perbulan. Karena beberapa indikator itulah yang membuat Karawang masuk zona miskin ekstrem,” pungkasnya.(dmr)






