KARAWANG- Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan pertemuan evaluasi gerakan masyarakat (Germas) bersama organisasi keagamaan di aula kantor dinas kesehatan.
Pada Kamis (28/10) dilaksanakan evaluasi GERMAS di aula kantor dinas kesehatan bersama organisasi keagamaan. Kegiatan germas sebelumnya pernah dilaksanakan di salah satu hotel pada tahun 2020. Di masa pandemi saat ini pola hidup sehat masih tetap harus diterapkan di pandemi covid 19. Salah satu indikator GERMAS yang sudah mulai diterapkan yakni masyarakat sudah mulai mencuci tangan. Indikator ini dilupakan oleh masyarakat saat sebelum pandemi.
“Alhamdulillah ya hari ini, hari ke dua kegiatan GERMAS dengan organisasi keagamaan. Germas itu sangat penting apalagi dalam keadaan covid 19 ini, karena kita kembali ke budaya perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Dede Ratnaningrum, Kepala Seksi Promosi Kesehatan.
Selain mencuci tangan, indikator lain yang dapat diterapkan yakni mengkonsumsi sayur dan buah. Saat terlaksana kegiatan organisasi keagamaan, maka dapat menyediakan makanan dari olahan sayur dan buah. Ia pun menambahkan aktivitas fisik juga menjadi indikator GERMAS. Contohnya seperti peregangan di tengah aktifitas fisik pada saat pukul 10.00 dan 14.00.
“Indikator germas disini kan ada tujuh ya. Implementasi dengan cara yang simpel dan tidak membutuhkan anggaran yang besar semisal dengan peregangan fisik dan saat ada pengajian di utamakan memberikan snack dari olahan buah dan sayur,” ungkapnya.
Salah satu anggota organisasi keagamaan mengungkapkan bahwa setelah adanya materi pengetahuan germas, maka akan langsung di terapkan. Masing-masing pemuka agama akan menyampaikan kepada jemaat masing-masing. Salah satu penerapan dengan cara menyediakan konsumsi dari olahan buah dan sayur.
“Pasti akan diterapkan setelah kami mendapatkan bekal materi, kami juga akan menyampaikan ke jemaat saat ada pertemuan,” pungkas Abdul Sholeh, anggota forum kerukunan umat beragama (FKUB).(dmr)






