Anak Buruh Bangunan Wisudawan Bidikmisi Terbaik UBP Karawang, Ini Dia Sosoknya

  • Whatsapp

KARAWANG- Yahya Maulana, pemuda kelahiran Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe, Karawang itu menjadi salah satu lulusan terbaik karena meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,82 program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.

“Alhamdulillah saya tidak akan menyia-nyiakan apa yang hari ini saya dapat,” kata Yahya seusai prosesi wisuda ke empat UBP Karawang di Resinda Hotel, Karawang, Sabtu (23/7).

Momen wisuda mungkin jadi salah satu momen terbaik Yahya, mengingat beratnya perjuangan hidup yang ia jalani.

Yahya memang terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Agus Ferdiana hanya bekerja sebagai buruh bangunan lepas dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibunya seorang ibu rumah tangga biasa.

Beruntung, tekadnya untuk berkuliah sejalan dengan nasib baik yang menimpanya. Ia berhasil mendapat beasiswa bidikmisi usai mengikuti proses seleksi hingga dinyatakan lolos.

Beasiswa bidikmisi merupakan program yang digagas Kemenristekdikti untuk siswa pandai, tetapi berasal dari keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah saya dapat beasiswa bidikmisi. Saya meyakini Allah akan memudahkan urusan hambanya jika kita betul-betul berniat sepenuh hati,” tutur Yahya.

Meski hidup dengan keterbatasan, pemuda kelahiran 31 Januari 2002 ini selalu bertekad untuk membuat kedua orangtuanya bangga. Ia bercita-cita kelak ingin menjadi pengusaha sukses. Mengangkat harkat martabat kedua orangtuanya.

“Tidak ada keterbatasan jika kita mempunyai keinginan. Sesuatu akan menjadi mungkin jika Allah berkehendak,” tegas anak pertama dari dua bersaudara ini.

Usai merampungkan studi S1, ia ingin melangkah ke jenjang S2 magister manajemen. “Namun jika belum rezekinya saya akan bekerja dulu untuk menabung lanjut ke S2,” terang dia.

Agus Ferdiana, ayah Yahya Maulana mengaku senang bukan main saat mengetahui anaknya sulungnya itu berhasil lulus kuliah.

Senyum dan rona bahagia senantiasa terpacar dari wajahnya saat menghadiri prosesi wisuda sang anak.

Ia berharap, apapun mimpi sang anak kelak, ia selalu mendoakan yang terbaik. Di mata ia dan sang istri, Yahya tetaplah Yahya, anak yang shaleh dan membanggakan.

“Saya selalu mendoakan yang terbaik, semoga apa yang ia cita-citakan dapat tercapai,” harap Agus. (kna)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *