KARAWANG- Akibat keluar dari organisasi, satu keluarga di Komplek Sumber Barokah Kampung Ciherang Desa Wadas Telukjambe diancam dibunuh.
Kejadian pengancaman terjadi pada Selasa (6/9) jam 12 siang, hal tersebut diungkapkan oleh AA (40) yang saat kejadian berada di dalam rumah.
“Jadi kejadiannya itu hari Selasa jam 12.30 keponakan saya akan membeli makan siang untuk Eyangnya, sepulang membeli makan dihadang oleh M dan ayah M inisial R dan keponakan saya dianiaya oleh M sama R. Setelah itu, keponakan saya lari menuju rumah Eyangnya dengan berlumuran darah,” sahut AA saat diwawancarai usai membuat laporan pengaduan di Mapolres Karawang, Sabtu (10/9/2022).
Kemudian lanjut AA, kedua pelaku diakuinya masih mengejar keponakannya ke rumah dengan membawa senjata tajam.
“Di depan rumah M dan R melontarkan kata-kata ancaman sambil berteriak-teriak kalau pelaku halal membunuh korban karena keluarga telah Murtad keluar dari organisasi,” katanya.
Sementara itu, Irman Zufari selaku pengacara keluarga telah melaporkan kejadian tersebut.
“Kami sudah membuat lapdu (laporan pengaduan) dan akan segera ditindaklanjuti, karena kejadian ini sangat mengancam dan membuat trauma keluarga, apalagi ini membawa organisasi yang di mana organisasi itu diduga kuat memiliki paham radikalisme,”ucapnya.
Dijelaskannya, pihaknya akan juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Kalau kejadian ini dibiarkan ini sangat berbahaya karena bukan satu keluarga saja yang akan terancam namun banyak yang lain yang memang telah keluar dari organisasi tersebut, dari itu kami akan koordinasi dengan BNPT dan MUI untuk menindaklanjuti kejadian ini,” tandasnya.(Yfs)






