KARAWANG– Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Kemenag Mengaji di Aula Gedung Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Kamis malam (18/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HAB ke-80 yang telah berlangsung sejak awal Desember 2025 dan akan berlanjut hingga Januari 2026.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, H. Sopian, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Kemenag Mengaji merupakan agenda rutin yang telah konsisten dilaksanakan dan terus dilestarikan hingga saat ini.
“Tanpa kita sadari, Kemenag Mengaji mengajak kita semua untuk semakin dekat dengan surga. Bahkan sekadar hadir dengan niat mencari ilmu, sudah bernilai pahala,” ujar Sopian.
Ia menjelaskan, kegiatan Kemenag Mengaji juga dirangkaikan dengan berbagai program sosial dan keagamaan. Di antaranya bantuan pendidikan berupa alat sekolah dan santunan anak yatim melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Karawang. Selain itu, Kemenag Karawang juga memberikan beasiswa kuliah satu semester bagi pegawai yang melanjutkan pendidikan strata satu (S1).
“Santunan anak yatim piatu ini merupakan hasil kerja sama dan sinergitas dengan Baznas dan LAZ se-Kabupaten Karawang,” tandasnya.
Sopian juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Kemenag Karawang yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi kemanusiaan. Hingga 18 Desember 2025, dana yang terkumpul untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Jawa Barat mencapai Rp457 juta.
“Dana tersebut telah disalurkan melalui program tanggap bencana Kemenag, termasuk untuk wilayah Jawa Barat dan Karawang yang akan segera direalisasikan,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Ustad Ismail Sholeh, Penyuluh KUA Kutawaluya, menekankan pentingnya amal bakti sebagai wujud kepedulian dan bantuan kepada sesama.
“Amal bakti berbeda dengan transaksi usaha. Amal bakti menghasilkan keberkahan, sedangkan usaha hanya menghasilkan keuntungan duniawi. Kebaikan yang ditinggalkan seseorang akan terus dikenang meski ia telah tiada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, membantu orang lain tanpa mengharapkan balasan merupakan bentuk bakti sejati. “Meski tidak selalu mendapat ucapan terima kasih, amal tersebut tetap bernilai di sisi Allah SWT,” tuturnya.(red)






