Telaga Desa KIIC Perkuat Sinergi 55 Perusahaan Lewat Halalbihalal dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

  • Whatsapp

KARAWANG – Telaga Desa Karawang International Industrial City (KIIC) menggelar kegiatan halalbihalal bersama seluruh anggota, Rabu (8/4), di kawasan Telaga Desa Agro-Enviro Education Park, KIIC.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarperusahaan yang tergabung dalam lembaga tersebut.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang Agus Mustaqim, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Provinsi Jawa Barat Cecep Abdul Qoyun, serta Ketua Apindo Karawang Abdul Syukur.

Penanggung jawab program, Satia Gumilar, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum penyampaian laporan program kerja tahun 2025 dan rencana kerja tahun 2026.

“Kegiatan ini menjadi ajang untuk menyampaikan laporan program 2025 serta rencana kerja 2026, sekaligus meminta masukan dari para anggota demi peningkatan dan keberlanjutan Telaga Desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini anggota Telaga Desa KIIC berjumlah 55 perusahaan, termasuk penambahan enam anggota baru pada tahun 2026.

Kontribusi perusahaan diwujudkan melalui program bapak asuh pohon yang tergabung dalam kawasan Garden of Friendship, di mana setiap perusahaan melakukan penanaman sekaligus menjadi pengasuh pohon.

Salah satu anggota baru, Toyota Boshoku, turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon pada acara tersebut.

Menurut Satia, kawasan Telaga Desa KIIC memiliki luas sekitar empat hektare dengan total sekitar 3.365 pohon. Area tersebut ditanami berbagai jenis tanaman yang terdiri atas 65 jenis tanaman kehutanan, 45 jenis tanaman buah, serta beragam tanaman obat.

“Selain penghijauan, terdapat pula program budidaya ikan lele dan ikan nila sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Mulyana, mengatakan kerja sama dengan Telaga Desa KIIC telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan budidaya lele di wilayahnya.

“Awalnya hanya satu kolam, kini berkembang menjadi 20 kolam. Dukungan dari Telaga Desa sangat membantu, mulai dari bibit, pakan hingga indukan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah memperluas pemasaran hasil budidaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi lokal.(Red)

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *