Bupati Aep Jemput Pulang 8 Warga Karawang Terlantar di Kebun Tebu Sumsel

  • Whatsapp

KARAWANG – Sebanyak delapan warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah terlantar saat bekerja di kebun tebu di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Mereka akhirnya berhasil dipulangkan ke Karawang setelah dijemput langsung oleh Pemerintah Kabupaten Karawang atas arahan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh.

Awalnya, para korban tergiur tawaran pekerjaan dari seorang mandor asal Lampung yang menjanjikan upah Rp420 ribu per hari, makan tiga kali sehari, serta jatah kopi selama bekerja. Namun sesampainya di lokasi, sistem kerja yang dijanjikan berubah menjadi borongan.

Salah seorang korban, Dede Erwin (45), warga Rengasdengklok Utara, mengaku kondisi kerja jauh dari harapan.

“Pas sampai ke sana ternyata bukan sistem harian, tapi borongan,” ujarnya, Kamis (7/5).

Selama tiga hari bekerja memotong tebu, kelompok pekerja tersebut mengaku mampu menghasilkan sekitar 30 ton tebu. Namun hasil yang dicatat hanya 11 ton. Dari pekerjaan itu, Dede hanya menerima upah sekitar Rp1,64 juta.

Situasi semakin sulit karena para pekerja juga dibebani berbagai potongan biaya. Janji makan dan minum gratis ternyata tidak ada. Mereka bahkan harus berutang di warung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga tagihannya mencapai Rp2,61 juta.

“Banyak potongan dari mandor yang enggak masuk akal,” katanya.

Ketegangan sempat terjadi saat pembagian upah dan nyaris berujung perkelahian antara pekerja dan mandor. Dalam kondisi terdesak, Dede kemudian menghubungi Kepala Desa Rengasdengklok Utara untuk meminta bantuan.

Dari komunikasi tersebut, proses pemulangan para pekerja akhirnya dilakukan hingga mereka berhasil kembali ke Karawang dan dijemput oleh Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

Delapan warga yang dipulangkan yakni Dede Erwin (45), Jihad Akbar (29), Jamal Jamaludin (27), Nandika Gumilang (29), Indoh Sugara (50), Acep Fahrudin (26), Sukama (50), dan Rehan Pratama (15).

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan seluruh warga berhasil dipulangkan dalam kondisi selamat setelah dilakukan koordinasi lintas instansi.

“Atas doa dan hasil koordinasi lintas instansi, hari ini saya didampingi Pak Sekda menemui delapan warga Desa Dengklok Utara dan Dengklok Selatan yang sebelumnya terlantar di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, akibat tertipu iming-iming pekerjaan dengan upah tinggi,” kata Aep.

Ia menegaskan, Pemkab Karawang tidak hanya memfasilitasi pemulangan, tetapi juga menyiapkan solusi lanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami juga telah menyiapkan solusi lanjutan dengan membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak di Karawang,” ujarnya.

Aep berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati menerima tawaran pekerjaan di luar daerah yang belum jelas legalitas maupun kebenarannya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *