Wisuda ke-12, Rektor UBP Karawang Siapkan Lulusan Tangguh Hadapi Revolusi AI dan Dunia Kerja Baru

  • Whatsapp

KARAWANG– Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi perubahan dunia kerja di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi digital.

Pesan tersebut menjadi fokus utama dalam Wisuda ke-12 UBP Karawang.
Rektor UBP Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah lanskap industri secara global. Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan terus belajar sepanjang hayat.

“Pendidikan tinggi bukan sekadar tempat menumpuk pengetahuan, tetapi membentuk nalar kritis, fleksibilitas berpikir, dan semangat belajar seumur hidup,” ujarnya, Selasa(28/07/2026).

Ia menjelaskan, transformasi digital telah memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan. Mengacu pada Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF), hingga 2030 sekitar 92 juta pekerjaan diproyeksikan akan tergeser akibat perkembangan teknologi. Namun di saat yang sama, sekitar 170 juta lapangan kerja baru diperkirakan muncul, terutama di bidang teknologi, data, dan sistem AI.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para lulusan perguruan tinggi. Mereka dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan inovasi baru melalui teknologi dan technopreneurship.

“Jangan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tetapi jadilah agen perubahan yang mampu menciptakan peluang kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, Budi mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berarti tanpa dibarengi integritas moral. Ia menilai kejujuran, etika, kepatuhan terhadap hukum, serta jati diri kebangsaan harus tetap menjadi pegangan para lulusan saat memasuki dunia profesional.

Ia juga menegaskan bahwa AI tidak akan mampu menggantikan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kepedulian, kreativitas, pemikiran kritis, serta kepemimpinan yang beretika.

Dalam kesempatan tersebut, Budi mengajak para wisudawan menjadikan nilai-nilai budaya Sunda sebagai pedoman hidup, yakni Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh. Menurutnya, ketiga nilai tersebut mengajarkan pentingnya saling berbagi ilmu, menumbuhkan empati, serta saling membimbing dan menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perkembangan ilmu pengetahuan, pembangunan ekonomi, dinamika kebangsaan, dan akar budaya akan hadir sebagai tantangan nyata. Hadapilah semuanya dengan kompetensi, integritas, dan karakter yang kuat,” pesannya.

Menutup sambutannya, Rektor UBP Karawang menitipkan tiga prinsip utama sebagai bekal bagi para wisudawan dalam menapaki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat, yakni terus belajar, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan bangsa.(red)

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *