KARAWANG- Masakan khas Sunda selalu menggugah selera dan menawarkan kenikmatan. Tentunya tidak terlepas dari racikan rempah-rempah yang beragam. Seperti halnya kuliner yang menggunakan keluak atau dikenal warga Jawa Barat dengan Picung atau Pucung.
Di Karawang sendiri, menyebut Picung pasti terbesit kuliner Gabus Picung. Namun, jauh sebelum itu Picung bukan hanya rempah yang hanya bisa dipadukan dengan ikan Gabus.
Dari penelusuran kuliner di Karawang, olahan keong sawah atau tutut dengan Picung sudah ada sejak massa kolonialisme, atau dikenal dengan Sayur Picung Tutut.
“Jadi Sayur Picung Tutut ini merupakan kuliner khas Karawang di bagian selatan tepatnya Sanggbuana, udah dari dulu ada sejak zaman penjajahan,” kata Muhamad Ashari Ridwan (35) pemilik dari kuliner Saung Tutut Tegalsawah saat diwawancarai, Kamis (11/8/2022).
Sayur Picung Tutut Terancam Punah
Ridwan mengungkapkan Sayur Picung Tutut ini merupakan kuliner asli dari Karawang bagian selatan yang terancam punah.
“Mungkin sebagian orang tua di Karawang selatan masih tau soal kuliner Sayur Picung Tutut. Tapi memang saat ini mayoritas tidak mengetahuinya, dan bahkan di masyarakat jarang ditemui olahan tutut ini,” ucapnya.
Dari keprihatinannya, Ridwan yang merupakan pemilik Saung Tutut Tegalsawah atau populer sebagai peracik sate Tutut, mencoba melestarikannya dengan menjadikan Sayur Picung Tutut ini menjadi bagian dari sajian di saung tututnya.
“Jadi dari informasi orang tua saya di Karawang Selatan, saya buat racikan Tutut Picung ini, yang memang sering dimasak oleh kakek buyut saya,” ungkapnya.
“Racikan ini dibuat sebenarnya mirip dengan kuah gabus Picung, dan semoga bisa dirasakan kembali oleh generasi muda,” sambungnya.
Soal rasanya, dikatakannya Sayur Picung Tutut ini mirip dengan Gabus Picung yakni gurih dan asam.
“Kuahnya hitam pekat dengan rasa gurih dan asam, paling enak dimakan dengan nasi hangat sama seperti Gabus Picung hanya saja lauknya Tutut bukan Ikan Gabus,” tandasnya.(Yfs)






