KARAWANG- Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang di bawah kepemimpinan Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. Dedi Mulyadi, SE., MM terus melakukan gebrakan.
Teranyar, UBP Karawang Focus Group Discussion (FGD) diikuti Forum Komunikasi Purnawirawan TNI/Polri dan 125 Perguruan Tinggi dari 26 Provinsi yang diikuti secara Online maupun Offline sukses digelar, Sabtu (13/07/2024).
Mengangkat tema ‘Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila di Era Reformasi’, Sekretaris Jenderal Foko TNI/Polri, Letjen. (Purn) Bambang Darmono menyebut kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan produk ilmiah berupa naskah akademik terkait tinjauan perguruan tinggi terhadap UUD 1945.
“Selain UBP Karawang, kerjasama telah terjalin dengan Universitas Indonesia, Universitas Sam Ratulangi Manado dan kedepan Universitas Gadjah Mada menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) hingga lima putaran,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan, Pancasila hanya dijadikan jargon atau slogan bangsa Indonesia saja. Sudah seharusnya, bangsa Indonesia menyadari pentingnya sebuah evaluasi terhadap implementasi Pancasila.
“Jadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur tentu banyak pencapaian yang didapatkan. Tetapi, juga banyak hal yang menyesakkan nafas dan batin kita sebagai warga negara Indonesia,” paparnya.
Untuk itu, pentingnya evaluasi terhadap langkah dan tindakan apa yang harus dilakukan kedepan agar kita tidak terlanjur tersesat dan berputar-putar akibat nilai-nilai dan norma-norma serta dasar negara Pancasila.
“Evaluasi perlu dilakukan, 1 generasi sudah cukup untuk kita melakukan evaluasi hal-hal yang patut kita evaluasi,” katanya.
Melalui FGD ini Purnawirawan TNI-Polri bersama Akademisi bekerjasama untuk mendiskusikan dan mencari jalan keluar bagi permasalahan-permasalahan yang ada. Inkonsistensi Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia yang telah diamandemen.
“Bangun pemikiran bersama melalui FGD, mencari solusi terbaiknya adalah kaji ulang perubahan UUD 1945 bukan amandemen sebagaimana diskursus yang belakangan ini mencuat ke permukaan. Dan semoga Tuhan menyertai pengabdian demi memikirkan kebaikan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.(dmr)






