Setetes BBM dan Gas: Dedikasi Ratno dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

  • Whatsapp

KARAWANG- Di balik setiap tetes minyak dan gas yang mengalir ke seluruh penjuru negeri, terdapat kisah pengabdian yang jarang diketahui. Salah satu kisah tersebut adalah tentang Ratno Tri Prima Wahyudi, seorang senior supervisor di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Subang Field, yang telah mengabdikan lebih dari 15 tahun hidupnya untuk memastikan pasokan energi bagi Indonesia.

Saat ini, Ratno bertugas di project distrik SP BBS (Bambu Besar) yang terletak di jalan Syekh Quro Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Tugas yang diembannya bukanlah pekerjaan yang mudah yang sudah berkontribusi sejak tahun 2009. Dengan pengalaman 15 tahun, Ratno memegang peranan penting dalam memastikan produksi minyak dan gas berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meski berhadapan dengan tantangan teknis dan operasional yang memerlukan keahlian serta ketahanan mental yang tinggi.

Dirinya menjelaskan betapa krusialnya peran PT Pertamina EP dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dengan beragam tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga masalah teknis yang kompleks.”Tetap konsisten dan handal menunjukkan tekad dan profesionalisme dengan memproduksi migas terbesar di Jawa Barat. Jika ada gangguan pada fasilitas, akan berdampak luas pada berbagai sektor industri dan kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Ratno menyebutkan kebanggaan terbesar dalam pekerjaannya adalah kontribusi yang diberikan untuk negara. Setiap hari, ia memastikan pasokan bensin dan gas tetap aman, termasuk saat momen-momen penting seperti Idul Fitri, di mana ia harus tetap bertugas demi memastikan stok energi tidak terganggu. “Kami harus siap siaga 24 jam, bahkan saat hari raya. Ini semua demi memastikan masyarakat tetap bisa mudik dan menjalani aktivitas mereka dengan lancar,” jelas Ratno.

Namun, dedikasi Ratno tidak datang tanpa pengorbanan. Meski jauh dari kampung halaman di Jawa Timur, Ratno tetap fokus pada tugasnya. Untuk mengatasi rasa rindu dan kejenuhan, ia dan rekan-rekannya sering mengadakan kegiatan olahraga dan acara sosial seperti nonton bareng sepak bola. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cara untuk mempererat kekompakan antarpegawai.

“Dari Cilamaya sampai sekarang di Majalaya, saya telah bertugas di berbagai tempat. Walaupun fasilitas olahraga di Karawang masih terbatas, kami tetap menikmatinya. Acara nonton bareng sepak bola Indonesia menjadi salah satu cara kami untuk merayakan kebersamaan,” kata Ratno yang kini tinggal di Cikampek bersama keluarganya.

Ratno juga menceritakan tentang kehidupan di lingkungan kerja yang dulunya merupakan area persawahan dan perkebunan. Meskipun lokasi tersebut dikenal dengan kepercayaan mistis oleh masyarakat setempat, Ratno belum pernah mengalami hal-hal aneh. “Kami selalu memanjatkan doa dan membaca Al-Qur’an di Musola sebelum adzan. Ini memberikan kami rasa tenang dan keselamatan,” tambahnya dengan senyuman.

Dedikasi dan pengabdian Ratno Tri Prima Wahyudi merupakan cerminan dari semangat dan tanggung jawab yang tinggi dalam industri migas. Dengan segala tantangan dan pengorbanan yang dihadapinya, Ratno tetap menjadi sosok yang inspiratif, menunjukkan betapa pentingnya peran masing-masing individu dalam menjaga kestabilan dan kemajuan bangsa.

Senior Manager PT Pertamina EP Subang Field, Ndirga Andri Sisworo, mengungkapkan penghargaan mendalam terhadap peran dan tanggung jawab yang diemban oleh timnya. Dalam pernyataannya, Ndirga menekankan betapa strategisnya posisi para perwira Pertamina di sektor hulu migas. “Tugas dan tanggung jawab yang diemban para perwira Pertamina ini sangat penting dan strategis. Mereka adalah ujung tombak pasokan minyak mentah yang memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Menurut Ndirga, para perwira tersebut tidak hanya bekerja keras untuk memastikan produksi minyak mentah tetap berjalan lancar, tetapi juga harus mengorbankan kebersamaan dengan keluarga. Dedikasi mereka memungkinkan pasokan energi yang stabil untuk seluruh negeri. “Mereka telah mengorbankan kebersamaan dengan keluarga untuk memastikan produksi minyak mentah tetap berjalan dan menjadi pahlawan bagi ketahanan energi Indonesia,” pungkas Ndirga.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *