Talkshow Strategi Hidup Sehat dan Bugar Rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Dinkes Karawang

  • Whatsapp

KARAWANG- Dinas Kesehatan Karawang mengadakan kegiatan talkshow tentang Strategi Bugar Sepanjang Hayat sebagai rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Sekretaris Daerah Karawang, Asep Aang Rahmatullah mengatakan untuk Usia Harapan Hidup (UHH) di Karawang saat ini mencapai usia 74 tahun. Saat di kegiatan, terdapat salah satu peserta yang berusia di atas UHH namun tetap terlihat bugar dan sehat.

“Saya mengapresiasi kepada Dinas Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Acara ini sebagai dukungan dalam menciptakan manusia yang unggul, sesuai dengan visi dan misi kabupaten karawang mewujudkan masyarakat yang unggul dan berkualitas. Kita melihat sekarang usia harapan hidup sekarang menjadi 74 tahun, justru ada peserta yang melebihi usia itu,” ujarnya Selasa (15/10).

Penerapan pola hidup sehat telah menyasar anak sekolah sebagai target. Kemudian langkah hidup sehat dapat dimulai dengan membiasakan hal yang baik dan sering berolahraga. Ia menegaskan pemerintah Karawang telah menjamin kesehatan masyarakat.

“Fokusnya kepada anak sekolah, mulai dari menerapkan gaya dan pola hidup yang sehat. Orang luar membiasakan tetap jalan kaki lewat tangga biasa meskipun ada eskalator. Kesehatan adalah nikmat yang utama, jadi terus menjaga kesehatan. Pemerintah hadir menjamin kesehatan masyarakat,” tambahnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Endang Suryadi mengungkapkan akan kembali digalakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi masyarakat sebagai salah satu langkah untuk menciptakan tubuh yang bugar. Selanjutnya mulai untuk mengurangi junkfood dan menjaga pola makan. Rutin melakukan general checkup untuk mengetahui kondisi fisik.

“Kita tidak cukup sehat tapi juga harus bugar supaya umur semakin panjang. Walaupun sampai usia 74 tahun tapi tetap terlihat bugar. Menjaga pola makan dan gizi seimbang, meminimalisir makanan junkfood. Galakan kembali perilaku hidup bersih dan sehat, jadi menjaga agar jangan sampai sakit. Ketika sudah punya penyakit turunan periksalah jangan menunggu 50 tahun, kalau tidak punya penyakit di usia 35 tahun melakukan general checkup,” ungkapnya.

Kemudian Yayuk Sri Rahayu, Ketua Tim Pelaksana menyampaikan masyarakat perlu menerapkan program “Cerdik”. Program tersebut mulai dari cek kesehatan secara rutin berkala hingga mengelola stress.

“Ini sudah dirancang di divisi ilmiah dan disesuaikan dengan trend saat ini. Cek kesehatan secara rutin dan berkala, enyahkan asap rokok, rajin olahraga minimal 30 menit setiap hari, diet dengan gizi seimbang, istirahat cukup, kelola stress. Ini bermanfaat untuk anak sekolah, kader, petugas puskesmas, tenaga Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, kelompok organisasi wanita. Kalau yang makanan diet gizi seimbang, sepertiga nasi, sepertiga buah, sepertiga sayur dan lauk pauk, susu diganti dengan air putih dan batasi lemak gula garam,” terangnya.

Davie Muhammad, Dokter Spesialis Gizi Klinik menjelaskan untuk pola diet dengan program intermeten fasting dinilai kurang sesuai dengan pola hidup masyarakat Indonesia. Meski begitu pola itu telah terbukti mampu untuk mempercepat penurunan berat badan.

“Kalau intermeten fasting secara penelitian memang bagus bahkan sekarang sudah diadaptasi untuk program penurunan berat badan. Diet ini kurang sesuai dengan kebiasaan kita, walaupun secara efektivitas memang berhasil untuk menurunkan berat badan. Kalau ingin turun berat badan sesuaikan dengan pola makan yang biasa dilakukan,” jelasnya.

Ia melanjutkan tubuh perlu mengkonsumsi ikan laut seperti ikan kembung, salmon, tuna. Kandungan gizi di dalam ikan tersebut mempunyai manfaat yang bagus untuk jantung hingga pembuluh darah.

“Kandungan vitamin di ikan kembung memang tinggi seperti Omega 3 bagus untuk kesehatan jantung, imunitas, kesehatan otak, kesehatan dan kontrol pembuluh darah,” lanjutnya

Selain itu, untuk jenis olahraga yang dilakukan dianjurkan untuk sesuai dengan kemampuan fisik dari masing-masing individu. Ia menegaskan diet tidak hanya untuk menurunkan berat badan, namun untuk mengatur pola makan.

“Olahraga disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Dalam rangka menjaga kebugaran diet gizi seimbang sudah tepat dengan komposisi yang lengkap dan makan yang teratur. Diet bukan hanya sekedar turun berat badan tapi mengubah pola hidup sehingga lebih sehat dan mempertahankan berat badan, diet bukan hanya mengatur pola makan tetapi diseimbangi dengan olahraga,” tutupnya.(red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *