KARAWANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang memperkuat komitmen kesehatan remaja melalui peluncuran program Balad Tangkas (Babarengan Layeud Tangginas Ngarojong Kasehatan) dan penandatanganan dukungan lintas sektor di SMPN 2 Majalaya pada Rabu (29/10).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Endang Suryadi mengatakan, Balad Tangkas merupakan gerakan vital untuk menekan kasus anemia dan membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah
“Melalui program ini, kami ingin mengajak seluruh pihak berperan aktif dalam pembentukan generasi muda yang sehat, cerdas dan produktif. Edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan penerapan kawasan tanpa asap rokok di sekolah adalah langkah nyata menuju tujuan itu,” ujar Endang.
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Karawang, dr. Nurmala Hasanah, M.M., bahwa program ini adalah investasi untuk masa depan.
“Karawang ingin mencetak generasi emas di tahun 2045. Untuk itu, kita harus mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi penerus yang unggul dan semuanya dimulai dari remaja,” kata dr. Nurmala.
Ia menambahkan, kampanye ini berfokus pada empat pesan kunci: sarapan, aktivitas fisik, minum tablet tambah darah dan tidak merokok. Adapun sejak tahun 2024 sudah ada tiga sekolah diselenggarakan yaitu SMAN 1 Klari, SDI TQ Al-Kautsar dan SMP 2 Majalaya.
Dinkes Karawang mengungkapkan bahwa sinergi lintas sektor ini akan memperkuat gerakan kesehatan yang sudah ada, terlebih dengan adanya landasan hukum sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) dari 10 Perangkat Daerah terkait Asisten Pemerintan, Kesra, Bappeda, Dinkes, Disdikpora, DPPKB, DP3A, DLHK, Diskominfo Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV Jabar, Kemenag Karawang tentang Penurunan prevalensi stunting melalui optimalisasi pencegahan dan penanganan anemia pada remaja putri.
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Majalaya, Epi Karyata menuturkan bahwa kegiatan Aksi Bergizi Gres Kece bertujuan meningkatkan kesadaran gizi dan kesehatan, terutama di kalangan perempuan.
“Program ini mencakup edukasi makan bergizi, makan bersama, dan pemberian tablet tambah darah. Kami berharap program ini dapat membantu menciptakan generasi emas yang sehat dan unggul,” ujar Epi seraya menyebut bahwa sekolahnya telah menerapkan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) dan memiliki jadwal rutin untuk kegiatan kesehatan.
Komitmen Siswa untuk Gaya Hidup Sehat
Respon positif juga datang dari perwakilan siswa. Wakil Ketua Osis SMPN 2 Majalaya, Satria Bagus Ramadhan, mengatakan program Aksi Bergizi telah meningkatkan kesadaran gizi.
“Saya sudah lama mengonsumsi tablet tambah darah di sekolah, dan percaya bahwa menjaga kesehatan pola makan dan rutin olahraga sangat penting untuk kesehatan tubuh,” pungkasnya.(red)






