KARAWANG– Komitmen melindungi pekerja kembali dibuktikan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Dua pekerja yang mengalami kecelakaan kerja hingga harus menjalani amputasi kini mendapatkan tangan prostesis fungsional berbasis robotik secara gratis.
Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Primaya Hospital Karawang serta dukungan teknologi dari PT Orthocare Indonesia. Proses uji coba hingga penyerahan alat dilakukan di auditorium Primaya Hospital Karawang, Selasa (24/2).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karawang, Cep Nandi Yunandar, menegaskan bahwa JKK memberikan perlindungan menyeluruh bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Mulai dari perawatan medis, pengobatan, hingga penyediaan alat bantu seluruhnya ditanggung tanpa biaya tambahan.
“Ini salah satu manfaat JKK. Semua ditanggung, termasuk tangan prostesis, sampai pasien benar-benar pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.
Ia memastikan, selama peserta terdaftar aktif, seluruh kebutuhan medis hingga alat bantu akan menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan.
Layanan pemasangan tangan robotik ini disebut menjadi yang pertama di Karawang bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi para pekerja.
Sementara itu, Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, MMRS, AIFO-K, menjelaskan kedua pasien sebelumnya mengalami trauma berat akibat kecelakaan kerja sehingga harus menjalani amputasi.
“Karena usia mereka masih produktif, kami berupaya mengembalikan fungsi tangan dengan teknologi robotik agar mereka bisa kembali bekerja dan menjalani aktivitas secara mandiri,” katanya.
Penanganan kedua pasien berlangsung sekitar enam bulan dengan asesmen dari empat dokter spesialis. Seluruh pembiayaan proses medis hingga pemasangan prostesis ditanggung melalui program JKK BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Business Development PT Orthocare Indonesia, Fidyanto Angger Waspodo, menambahkan prostesis yang digunakan telah disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Alat tersebut menggunakan sensor otot sehingga mampu menghasilkan gerakan yang lebih natural dan fungsional.
Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya membantu proses penyembuhan, tetapi juga memastikan pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga dapat kembali produktif dan menjalani kehidupan secara lebih percaya diri.(Red)






