KARAWANG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, H. Sopian, melakukan monitoring sekaligus kunjungan ke Posko Gereja Ramah Pemudik (GRP) yang berada di halaman parkir GPdI Petra Cikampek, Selasa (17/3).
Dalam kesempatan tersebut, H. Sopian menegaskan bahwa keberadaan posko ini tidak hanya memberikan layanan bagi para pemudik, tetapi juga menjadi simbol kuat moderasi beragama serta wujud nyata toleransi antarumat.
“Posko ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan toleransi dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Gereja turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran yang merupakan program nasional,” ujarnya.
Di Posko GRP GPdI Petra, berbagai fasilitas disediakan untuk pemudik, seperti toilet, air mineral, makanan ringan gratis, hingga tikar untuk beristirahat. Selain itu, pengelola juga menyediakan takjil gratis menjelang waktu berbuka puasa.
Penanggung jawab gereja, Pdt. Alvin Kambey, menjelaskan bahwa posko tersebut beroperasi selama 24 jam, mulai Senin (16 Maret) hingga Jumat (19 Maret), guna memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik yang melintas.
Selain di GPdI Petra, posko serupa juga hadir di GKPB MDC yang berlokasi di Jalan Sudirman No. 103 Cikampek. Posko ini telah dibuka sejak Minggu (15/3) dan akan beroperasi hingga hari Lebaran.
Pdt. Lambertus selaku penanggung jawab menyampaikan bahwa fasilitas yang disediakan meliputi toilet gratis, ruang ber-AC untuk beristirahat, air minum, serta takjil gratis saat berbuka puasa.
Ia juga menambahkan, warga sekitar gereja turut berpartisipasi dengan berjualan makanan menjelang waktu berbuka, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di lingkungan sekitar.
H. Sopian pun mengapresiasi kehadiran Gereja Ramah Pemudik di Karawang sebagai bentuk nyata solidaritas dalam keberagaman.
“Ini adalah gambaran Indonesia yang majemuk namun tetap bersatu, saling mendukung, dan hidup harmonis di tengah perbedaan,” pungkasnya.(Red)






