KARAWANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah memiliki data keseluruhan untuk bencana yang telah terjadi sepanjang Maret hingga April 2023.
Ilyas Sudikno Yahya, Staff Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menyampaikan terdapat sebanyak 6 bencana banjir, 11 peristiwa kebakaran, 2 bencana yang lainnya serta 10 bencana angin kencang. Ia melanjutkan untuk jumlah kerugian yang diakibatkan dari seluruh bencana tersebut sebesar 288 juta.
“Di Maret total 29 kejadian dengan bencana banjir 6 kejadian, kebakaran 11 kejadian, angin kencang 10 kejadian dan lain-lain 2 kejadian. Dari data validasi assessment kerugian yang dialami di bulan Maret kemarin ada 288 juta,” ujarnya.
Ia menambahkan ada sebanyak 2.316 orang yang terdampak dari bencana pada Maret. Kemudian korban jiwa yang meninggal dunia ada sebanyak 2 orang. Meski begitu untuk data di Bulan April mengalami penurunan signifikan. Bencana yang telah terjadi di April ada sebanyak 3 peristiwa angin puting beliung dan 2 bencana kebakaran. Peristiwa orang hilang yang telah meninggal ada 1 orang dan 1 orang tidak ditemukan. Total kerugian pada April sebesar 80 juta.
“Total bencana kebakaran 2, Puting beliung 3, Banjir 0, Orang hilang yang meninggal 1 dan 1 orang tidak diketemukan. Kerugian yang dialami masyarakat sebanyak 80 juta untuk bencana puting beliung dan kebakaran (Subjektif karena para desa, satgas, validasi asesment ditanya akumulasi,” tambahnya.
Ia melanjutkan jika Kabupaten Karawang merupakan daerah cukup rawan untuk bencana angin puting beliung. Wilayah yang rawan terdapat di sebelah Utara. Ia mengutarakan jika pada April ada sebanyak 1 kerusakan berat dan 12 rusak sedang akibat angin puting beliung.
“Potensi angin besar puting beliung ini cukup rawan terjadi dibagian pesisir. Meskipun menurun, di bulan April saja, ada 1 kerusakan berat 12 kerusakan sedang yang disebabkan oleh angin puting beliung,” lanjutnya.
Mahfudin, Kepala BPBD Karawang menyampaikan, untuk mengantisipasi tiap-tiap potensi bencana. Pihaknya melakukan penanggulangan pasca bencana dan menempatkan 40 satgas diseluruh kecamatan yang ada di Karawang. Kemudian ia pun menyampaikan untuk total bantuan yang telah disalurkan ada sebanyak 4.781 paket sembako. Bantuan yang diberikan tersebut bersifat stimulan. Ia menegaskan terkait kerusakan rumah masyarakat bukan menjadi ranah bantuan dari BPBD.
“Karena kita memiliki potensi bencana, kehati-hatian dan Kesiapsiagaan harus muncul dari masing-masing perorangan. Tapi kita juga menurunkan satgas, mereka jadi mata dan telinga kita di lapangan. Kita kasih bantuan yang sifatnya stimulan, tidak besar-besar amat seperti sembako. Kalau ada kerusakan berat bukan ranah BPBD lagi, kami tidak memiliki anggaran untuk pembangunan,” tutupnya.(red)






